BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

Rabu, 23 November 2011

Artikel Sea Games - Sistem Penilaian

Sistem TI Tidak Dipermasalahkan

PALEMBANG, KOMPAS - Asosiasi Atletik Asia dan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia tidak mempermasalahkan sistem teknologi informasi yang digunakan dalam SEA Games di Palembang. Namun, sistem penilaian tetap harus sesuai standar Federasi Atletik Internasional, di antaranya menggunakan pengukur elektrik dan foto finis.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Atletik Asia (AAA) Tigor Tanjung mengatakan, tayangan hasil pertandingan secara langsung di arena (on venue result) ataupun penyiaran hasil pertandingan secara langsung tidak menjadi syarat mutlak dalam standar penilaian Federasi Atletik Internasional (IAAF).

”Bagi kami yang penting adalah sistem elektronik pengukuran dan foto finis ada karena itu standar IAAF,” katanya di arena atletik SEA Games XXVI di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu.

Menurut Tigor, pihaknya tidak mempermasalahkan sistem teknologi informasi (TI) karena hal itu di luar pertandingan. ”Saya tidak paham dengan permasalahan TI yang muncul beberapa waktu terakhir,” katanya menambahkan.

Seperti diberitakan, beberapa pengurus cabang olahraga di Sumatera Selatan menolak PT Maxxima menangani sistem TI di arena atletik, akuatik, dan menembak. Alasannya, sistem PT Maxxima tidak dapat berintegrasi dengan sistem Omega Swiss Timing yang telah dibeli sebelumnya.

PT Maxxima adalah pemenang tender yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk menangani sistem TI SEA Games XXVI pada 11 arena. Perusahaan ini berafiliasi dengan sebuah perusahaan asal Malaysia bernama WSL.

Sebelumnya telah digelar pertemuan antara Omega Swiss Timing dan PT Maxxima untuk mencari cara mengintegrasikan kedua sistem di arena akuatik dan atletik. Uji alat untuk memastikan adanya ketidakcocokan kedua sistem belum dapat dilakukan karena perangkat Omega Swiss Timing belum tiba. Menurut rencana, uji alat seharusnya dilakukan pada Jumat (21/10).

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Bob Hasan mengatakan, sinkronisasi antara perangkat penilaian dan teknologi informasi seharusnya diselesaikan kedua perusahaan tersebut. ”Ini, kan, masalah teknis. Yang penting bagi kami, sistem dapat beroperasi,” katanya.

Untuk SEA Games, PB PASI menetapkan target sama seperti SEA Games XXV di Laos, yaitu memperoleh tujuh medali emas. Namun, tantangan kali ini lebih berat sebab pelari Suryo Agung Wibowo yang memperoleh dua medali emas di SEA Games Laos 2009 absen karena sedang menunaikan ibadah haji. (IRE)



0 komentar: